leaderboard2 denaihati Banner



Navi

Tuesday, February 24, 2015

Kereta Katak Jadi Pilihan

Tuesday, February 24, 2015,11:51 PM
Salam readers,,

Hujung tahun lepas plan nak amik Mr debuu, tapi disebabkan salesman yang buat hal, terpaksa cancel, tak ada jodoh la tu. Bukan ngan orang je tak ada jodoh, ngan kereta pun ada,, hehhehe

Fikir punya fikir, kereta katak jadi pilihan,  kalau tengok jauh nampak macam keroppi dah,, hahha, si katak hijau, tapi yang di versi merah, nama cik reddy,


.

.

.



Tadaa!!! Thanks to Salesman :) superbb,, Dah ambil kereta masa Tahun Baru Cina haritu, balik terus suruh abah ajar drive. Sapa2 yang spot keta ni area Kota Bharu, pjaz memang bawak slow,, bhahhaha

bye2

Tuesday, January 27, 2015

Air Asia Hot Sale Tanpa Caj Bahan Api

Tuesday, January 27, 2015,11:04 PM
Salam Readers!!




Riuh dalam grup travel, caj bahan api untuk kapal terbang dimansuhkan ekoran kejatuhan miyak dunia. Apa lagi, semua syarikat penerbangan seperti Syarikat Tambang Murah AIR ASIA membolot semua pelanggan rata-rata yang suka travel ni termasuklah pjaz..hahah (senyum lebar)

Kalau korang perasan tiket Multicity Kuala Lumpur- Seoul- Busan- Kuala Lumpur hanya RM 585 pergi balik, murah sangat. Tapi kena pandai tengok la ada certain masa harga akan berubah. 
Kalau sapa-sapa nak overland cover IndoJava, Tiket Kuala Lumpur ke Jogjakarta hanya RM 150 pergi balik, memang 'candu' ni..haha

Ce tengok promosi AIR ASIA ni,, rugi kalau korang tak grab dari awal..hahah, mencandu korang ni....

Pjaz pun inshaallah ada plan pulak bulan oktober ni, sakit kepala nak buat itinary, nak tahu selok belok subway bagai, Tapi tiket dapat lagi murah,,hahhaha (gelak besarr). Teringin nak tengok keindahan , kebudayaan dan cara hidup kat sana. :)

Sebelum terbang lagi bulan Oktober ni, kita g pulau dulu eyh, bagi sauna sikit kulit..hehe


psstttt..kalau korang nak lagi murah, rajinkan diri korang bangun pukul 3-5 pagi cari tiket murah, ikut nasib badan la,,kalau dapat tu kira nasib baik lah..


Ni korang tengok, seorang kakak telah 'mencandu' adik nya,,hahahha
agak reasonable jugak la harga budak ni dapat,




Apa tunggu lagi?jom!!

"Jangan jadikan pengembaraan korang untuk menunjuk-nunjuk, tapi jadikan pengembaraan korang untuk melihat satu ciptaan Allah yang menakjubkan, sama-sama kita kongsi pengembaraan" (pjaz quote)

p/s: Psttt!!! Beritahu mak ayah, adik, kakak, suami, makcik, pak cik korang bukan AIR ASIA je tau buat hot sale gila ni,, Malindo, Cebu Pacific pun buat,lain-lain airlines pun,arghhhhhhhh * pengsan :p

Saturday, January 24, 2015

Sinopsis Novel 99 Cahaya di Langit Eropa

Saturday, January 24, 2015,7:36 PM
  

Salam readers!!




Kali ni Pjaz nak kongsi review sinopsis Novel 99 Cahaya di Langit Eropa Karya  Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendera. Seperti korang tahu, Novel ni telah diangkat ke Layar Lebar menerusi Filem 99 Cahaya di Langit Eropa. Rupanya baca novel lebih 'feel' berbanding menonton filem, kerana setiap apa yang diperkatakan terus masuk ke jiwa dan lebih detail. Sape-sape yang belum baca novel atau belum tengok Filem 99 Cahaya di Langit Eropa wajib tengok, hehe

 Pelbagai info korang boleh tengok di website HANUMRAIS berkaitan novel ataupun aktiviti penulis.

     Buku ini adalah catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, penulis merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Sebuah pengalaman yang makin memperkaya spiritual untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda. Tinggal di Eropa selama 3 tahun merupakan arena menjelajah Eropa dan segala isinya. Hingga akhirnya, penulis menemukan banyak hal lain yang jauh lebih menarik dari sekedar Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro, Colloseum Roma atau gondola-gondola di Venezia. Pencarian ini pun telah mengantarkan putri kesayangan Bapak M. Amien Rais ini pada daftar tempat-tempat ziarah baru di Eropa. Dirinya tak menyangka jika sesungguhnya Eropa juga menyimpan sejuta misteri tentang Islam.
Eropa dan Islam. Keduanya pernah menjadi pasangan serasi. Kini hubungan keduanya penuh pasang surut prasangka dengan berbagai dinamikanya. Penulis pun merasakan ada manusia-manusia dari kedua pihak yang terus bekerja untuk memperburuk hubungan keduanya ini.


Buku 99 Cahaya di Langit Eropa : Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa ini bermula dari pertemuan penulis dengan seorang perempuan muslim bernama Fatma Pasha. Seorang imigran Turki yang tinggal di Wina, Austria. Sebagai seorang Turki di Austria, Fatma mencoba menebus kesalahan kakek moyangnya yang gagal meluluhkan Eropa dengan menghunus pedang dan meriam. Kini, Fatma mencobanya lagi dengan cara yang lebih elegan, yaitu dengan lebarnya senyum dan dalamnya samudra kerendahan hati.


Hanum dan Fatma lalu mengatur rencana. Keduanya mengarungi jejak-jejak Islam dari barat hingga ke timur Eropa. Dari Andalusia Spanyol hingga ke Istanbul Turki. Hingga akhirnya perjalanan pertama ini justru mengantarkannya ke Kota Paris, pusat ibukota peradaban di Eropa.



Di Paris, Hanum bertemu dengan seorang mualaf, Marion Latimer yang bekerja sebagai ilmuwan di Arab World Institute Paris. Marion menunjukkan kepada penulis bahwa Eropa adalah pantulan cahaya kebesaran Islam. Eropa menyimpan harta karun sejarah Islam yang luar biasa berharganya. Penjelasan Marion ini telah membukakan mata hati penulis dan membuatnya jatuh cinta lagi dengan agamanya, Islam. Islam sebagai sumber pengetahuan yang penuh kasih dan damai.



Ditulis dengan gaya bertutur personal, buku yang ditulis oleh Hanum Salsabila Rais dan sang suami tercinta, Rangga Almahendra ini akan membawa kita ke dalam lingkungan hidup yang riil. Penuh dengan nuansa dan gemuruh perjalanan sejarah peradaban Islam Eropa, baik pada masa silam maupun pada saat ini. Cara penyampaiannya pun sangat jelas, ringan, dan lancar mengalir. Lewat kisah menarik ini juga, penulis akan membuka mata kita akan pernak-pernik kehidupan Islam di Eropa dan merefleksikannya untuk memperkuat keimanan.


Berbeda dari buku-buku traveling sebelumnya, akhir dari perjalanan penulis selama 3 tahun di Eropa ini justru mengantarkannya pada titik awal pencarian makna dan tujuan hidup. Makin mendekatkan diri pada sumber kebenaran abadi yang Maha Sempurna, Allah SWT. 



'Jadilah Pengembara dan  bukan Pelancong untuk melihat keindahan yang dicipta'